Jumat, 19 September 2008

Kenapa AIG Tak Boleh Bangkrut?

Washington - Semua pihak berlega hati Bank Sentral AS (Federal Reserve) akhirnya menyelamatkan American International Group (AIG) dengan dana talangan hingga US$ 85 miliar. Bursa-bursa pun merespons positif upaya penyelamatan AIG.

Penyelamatan AIG
dari kebangkrutan ini menjadi sangat krusial, setelah sebelumnya pasar finansial terpukul habis-habisan oleh kebangkrutan Lehman Brothers. Kebangkrutan bank investasi besar berusia 158 tahun itu telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham di seluruh dunia.

Tak mau kasus itu berulang dan kondisi lebih parah, Bank Sentral akhirnya mau memberikan dana talangan. Ini adalah langkah penyelamatan setelah sebelumnya Depkeu AS menyelamatkan Fannie Mae dan Freddie Mac, yang sebelumnya juga diambang kejatuhan akibat kredit macet.

"Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu dan kondisi yang didesain untuk melindungi kepentingan pemerintah AS dan para pembayar pajak," jelas The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/9/2008).

Pinjaman untuk AIG itu berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga setara dengan London Interbank Rate (LIBOR) plus 850 basis poin. Utang itu diharapkan bisa dibayar dari hasil penjualan aset-aset perusahaan. Pemerintah AS selanjutnya akan menguasai 79,9% saham AIG dan hak untuk memveto pembayaran dividen pemegang saham biasa dan istimewa.

"Tujuan dari fasilitas likuiditas ini adalah untuk membantu AIG memenuhi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo. Pinjaman ini akan memfasilitasi sebuah proses yang memungkinkan AIG untuk menjual sebagian bisnisnya sesuai aturan dengan kemungkinan gangguan pada keseluruhan ekonomi secara minimal," imbuh The Fed.

Kenapa The Fed mau memberikan dana talangan sebesar itu?


"Dewan menilai bahwa di tengah kondisi sekarang ini, maka kegagalan AIG dapat menambah kerentanan pasar yang kini sudah berada di level yang signifikan serta menyeret ke biaya pinjaman lebih tinggi, mengurangi kesejahteraan masyarakat dan secara material akan memperlemah pertumbuhan ekonomi," imbuh The Fed dalam pernyataannya.

David Kotok, Kepala Investasi Cumberland Advisors mengatakan, The Fed harus mengambil langkah untuk menghindari kolapsnya AIG yang bisa menjadi malapetaka di pasar financial, yang sebelumnya sudah mendapat shock dari kebangkrutan Lehman.

"Ini menyerupai air terjun atau sebuah wabah. Kegagalan Lehman Brothers telah menciptakan wabah karena risiko yang tidak tertanggung oleh Fed. Kegagalan AIG akan membuat masalah ini lebih buruk," ujarnya.

"Mereka terlalu besar untuk gagal. AIG menggapai terlalu banyak orang dan terlalu banyak perusahaan secara global dan kemungkinan akan terjadi gangguan yang lebih besar jika bangkrut dibandingkan dengan Lehman," ujar Anton Schutz, president Mendon Capital seperti dikutip dari Reuters.

Kenapa kondisi AIG bisa sedemikian parah?


Berbeda dengan perusahaan asuransi biasa, AIG telah menjadi pemain besar dari pasar yang kompleks dan paralel dari sebuah produk yang disebut credit default swaps (CDS). CDS merupakan sebuah instrumen finansial, dimana perusahaan-perusahaan di Wall Street mengambil form asuransi pasar ini untuk mengatasi risiko dari gagal bayar obligasinya.

Produk-produk ini kebanyakan berhubungan dengan pasar perumahan AS, yang kini merupakan jantung krisis perbankan dan memicu hapus buku besar-besaran dari berbagai aset macet di berbagai penjuru dunia. AIG sendiri bahkan sudah menghapusbuku US$ 25 miliar akibat besarnya gagal bayar dari pembayaran kredit perumahan AS.

Kemarin Saham AIG kembali anjlok lebih dari 70% sejak pembukaan, sebelum akhirnya naik tipis. Saham AIG akhirnya ditutup turun 21% ke level 3,75 sen. Saham AIG pada Senin kemarin anjlok hingga 60%. Tiga lembaga pemeringkat juga telah menurunkan peringkat AIG.

AIG yang kini menjadi perusahaan asuransi terbesar dunia didirikan pada tahun 1919. Reputasi AIG sendiri beberapa kali tercoreng oleh sejumlah skandal. Berikut berbagai momen penting dari AIG, seperti dikutip dari AFP.

Tahun 2005


Maret: Chairman Maurice 'Hank' Greenberg akhirnya meninggalkan kursi kekuasaan sehubungan dengan penyelidikan yang berkaitan dengan dugaan pembobolan. AIG mengakui adanya kesalahan akuntansi dan menunda rilis laporan keuangan. Greenberg akhirnya digantikan oleh Martin Sullivan.

31 Mei: AIG akhirnya mempublikasikan laba tahunan sebesar US$ 9,73 miliar, atau turun dari estimasi semula sebesar US$ 11,05 miliar.

Tahun 2007


28 Februari: Perusahaan merilis laba bersih US$ 6,2 miliar atau anjlol 56% pada tahun 2006.

Tahun 2008

12 Juni: Pemegang saham mempublikasikan surat yang meminta perubahan secara cepat dan signifikan pada manajemen setelah AIG mencatat kerugian hingga US$ 7,81 miliar pada triwulan I.

15 Juni: Chairman Martin Sullivan berhenti dan digantikan Robert Willumstad, yang menyatakan perlu waktu 3 bulan untuk menyelesaikan analisis mendalam dan mencari strategi terbaru untuk keluar dari kerugian.

8-15 Juli: Akibat gejolak pasar, saham AIG anjlok 24,7%

6 September: AIG mempublikasikan kerugian US$ 5,36 miliar dalam satu kuartal.

9 September: Saham AIG kembali anjlol 19,3% dalam sehari dan kemudian turun lagi 30,8% pada12 September

15 September: Gubernur New York David Paterson mengatakan, AIG dapat meningkatkan US$ 20 miliar dari unit usahanya, namun saham tetap anjlok 60,8%. Tiga lembaga pemeringkat menurunkan peringkat AIG.

16 September: Bank Sentral AS mengumumkan rencana penyelamatan US$ 85 miliar untuk AIG. Sebanyak 79,9% saham AIG kini dikuasai pemerintah AS.

Sumber : http://www.detikfinance.com/

Tidak ada komentar:

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini