Kamis, 19 Februari 2009

Rumah Bupati Dibobol Maling

TANGERANG – Rumah Bupati Tangerang Ismet Iskandar di Jalan H Embang Jaya RT 03/ 03 No 10, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan/ Kota Tangerang dibobol maling, Selasa (17/2) pukul 04.00.

Rumah yang saat ini ditempati anak bontot Ismet Iskandar yaitu Ahmed Zulfikar (Rully) kehilangan satu unit telepon genggam (HP) dan satu unit Laptop. Akibat peristiwa tersebut kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
“Kasusnya masih dalam proses penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kompol Budhi Herdi Susianto membenarkan hal tersebut saat ditemui di Ruang Satuan Reskrim, Mapolrestro Tangerang, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Rabu (18/2).
Menurut Budhi, pihak kepolisian mendapatkan laporan dari penjaga rumah Bupati yaitu Aten S pada Selasa (17/2) pukul 11.00. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan olah TKP. Dari olah TKP tidak ada kerusakan pada bagian-bagian rumahnya. “Adapun untuk pintu belakang memang biasa terbuka karena untuk minum atau makan para penjaga rumah tersebut,” ujarnya. Kejadiannya diketahui saat Rully mencari HP-nya yang tidak ada.
“Sekali lagi, ini dalam penyidikan apakah hilangnya karena ada yang mengambil atau lupa menyimpan karena tidak ada yang dirusak pada rumah,” ujarnya. Kasus ini bila terungkap pelakunya terancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Menurut informasi yang dihimpun, rumah Bupati tersebut sehari-harinya selalu dijaga 24 jam oleh petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang. Dalam satu hari ada dua anggota Satpol PP. Petugas Satpol PP yang bertugas dibagi menjadi tiga kelompok.
Adapun petugas Satpol PP yang bertugas saat kejadian pencurian kemarin (Rabu, 18/2) yaitu Wawan dan Muslihat tidak ada di rumah Bupati. Karena sedang lepas piket dan digantikan oleh dua petugas Satpol PP lainnya yaitu Edi Supadma dan Suryana.
Edi dan Suryana membenarkan juga bahwa ada pencurian di rumah Bupati. Kata Edi, meskipun ada penjaga Satpol PP bisa saja pencurian itu terjadi karena dua orang yang bertugas selama 24 jam dirasa kurang efektif, ditambah lagi tidak ada pos.
“Ketika ngantuk bisa jadi maling masuk,” ujarnya seraya mengatakan baiknya adalah jam piket diubah menjadi 12 jam sekali. Senada juga dikatakan Suryana. Kata Suryana, biasanya petugas berkeliling di halaman rumah, tanpa masuk ke dalam rumah. “Paling hanya ke dapur itupun untuk membuat minuman,” ujarnya.

Radar Banten Online

Tidak ada komentar:

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini