Senin, 26 Juli 2010

[HAK PASIEN ATAS OBAT] Kejadian di suatu Klinik 24 Jam di Tangerang

Saat istri saya mengalami sakit beberapa hari lalu, saya dengan cepat langsung membawa istri saya menuju RSBIA tempat biasa istri melakukan kontrol kehamilan. Karena saya panik takut terjadi apa-apa terhadap istri dan janin yang dikandungnya. Tapi sayangnya, dokter umum yang jaga libur pada malam itu. Akhirnya saya membawa istri ke Klinik 24 Jam masih di wilayah Kota Tangerang (Mohon maaf saya tidak menyebut kliniknya demi nama baiknya). Karena Istri baru pertama kali berobat ke Klinik tersebut, saya daftarkan istri saya. Setelah mendaftar, akhirnya menunggu dokter jaga. Setelah periksa dan mengutarakan keluhan dan meminta surat ijin dokter untuk tempatnya bekerja, akhirnya kami menuju kasir untuk mengurus administrasi. Karena istri mendapat fasilitas untuk menebus obatnya, maka kami minta resepnya untuk ditembus ditempatnya bekerja. Tapi dengan sikap arogan dari asisten apoteker klinik tersebut dan berbicara secara tidak sopan dengan pasiennya (kami) tidak memperbolehkan resep tersebut keluar dari klinik tersebut. Padahal itu sudah menjadi hak pasien setau saya ingin menebus obat ditempat lain. Bahkan dengan tidak sopannya saat saya ingin membayar biaya konsultasi dokternya tepat didepan saya si asisten apoteker tersebut mencoret-coret resep dari dokter dan saat saya akan minta surat ijin dokternya pun, surat tersebut di sobek depan saya. Sungguh sangat tidak bijak perlakuan asisten apoteker di klinik tersebut.



Hal ini telah diatur dalam Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pasal 4 butir c dan g, dan juga Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 53 ayat 2, menyatakan hak-hak yang dapat diperoleh seorang pasien. Hak-hak tersebut seperti hak atas akses informasi yang benar, jelas dan jujur, dan hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur dan tidak diskriminatif.

Demikian pula dalam hal memilih apotek, pasien berhak menebus obat di semua apotek yang ada , dan tidak ada keharusan terikat dengan satu apotek meskipun itu dalam rumah sakit.

Tidak ada komentar:

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini