Jumat, 13 April 2012

Bioskop-bioskop di Tangerang Tempo Dulu

Bioskop Bumex (sumber: www.tangerangkota.go.id)
Berbicara tentang film maka kita juga akan berbicara tentang Bioskop. Dahulu di Kota Tangerang (baca : Tangerang), terdapat beberapa bioskop yang letaknya tersebar. Jika penulis tidak salah ingat dan salah sebut ada Bioskop Pancaran Sinar Theater yang ada di daerah Perumnas 1 Tangerang, kini bangunan Bioskop itu sudah tidak dapat kita lihat karena sudah diratakan dan dijadikan perumahan. Ada bioskop Karawaci yang letaknya dekat Kampung Kandang Kambing, bioskop ini dulu kerap dijadikan sarana pendidikan bagi anak-anak SD karena bioskop itu kerap memutar film pendidikan dipagi harinya. Bioskop Karawaci kini berubah menjadi salah satu bangunan sebuah pabrik. Di pusat kota ada Bioskop Merdeka, Mandala, Kartini yang letaknya tidak jauh dari Masjid Agung Al Ittihad Tangerang yang beberapa tahun lalu dilalap si jago merah. Sisa-sisa bangunannya masih bias ditemukan sampai sekarang. Di depan Terminal Cimone dulu juga ada Bioskop Cimone. Daerah Batu Ceper juga terdapat Bioskop Panda. Bangunannya kini berubah menjadi salah satu mini market. Nah yang paling tenar dan ramai adalah Bioskop Bhumiyamka atau dikenal dengan Bioskop Bumex. Bioskop ini kerap paling sering memutar film-film Billywood yang pada saat itu sedang berkibar. Letaknya di Jl. Raya Serang (sekarang jadi Jl. Merdeka) di Kampung Gerendeng.

Dari berbagai macam bioskop yang tersebar di Kota Tangerang dulu, ada beberapa kesamaan yang biasa ditemui, yang pertama, tiket yang relative murah. Jumlahnya variatif dari harga 250 perak sampai 1500 perak. Murah kan? Sehingga wong cilink pun masih bisa menjangkaunya dan menjadi hiburan dan sarana rekreasi yang murah meriah. Kedua, rata-rata bioskop pada saat itu baru memutar film ketika sore hari. Putaran pertama dari pukul 17.00-19.00 wib, putaran kedua dari 20.00-22.00 wib. Saat malam minggu ada pemutaran film Midnight dari pukul 22.00-24.00 wib. Hari Minggunya ada pemutaran film pagi dari pukul 08.00-10.00 wib dan 10.00-12.00, biasanya yang diputar film anak-anak seperti Godzilla dan Ultraman. Ketiga, bioskop menjadi sarana pasar rakyat, apalagi kalau malam minggu. Para pedagang kaki lima banyak yang berjualan di depan bioskop dari mulai jualan buku, baju, makanan tradisional, minuman, bandrek, bajigur, rokok dan lainnya. Keempat, terkadang untuk mempromosikan film yang akan diputar, pihak bioskop memakai mobil yang berkeliling komplek sebagai sarana promosi dan menggunakan brousur yang berisi gambar film yang akan dipromosikan. Kelima, bioskop saat itu kursinya masih banyak yang menggunakan kursi kayu dan ada juga yang menggunakan kursi fiber ala bis kota. Keenam, kipas angin menjadi salah satu penyejuk ruangan dimasa itu. Tidak jarang orang-orang yang menonton film saat itu berbekal kipas bamboo untuk menambah kesejukan dan menghilangkan rasa gerah yang tidak teratasi oleh kipas angin.

Sumber : Bulletin KIPRAH edisi I/II/2012

1 komentar:

kiki rizki mengatakan...

Ngomong2 foto bioskop panda yg di poris batuceper ga ada ya, ingat dulu nonton film india cuma 500 perak

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini