Kamis, 15 April 2010

Bus Asli Prima dan Murni Direkomendasikan Diberi Sanksi

KOTA SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), melayangkan surat kepada Dirjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan supaya memberikan sanksi kepada sopir dan PO Bus Asli Prima dan Murni, yang kerap melalaikan keslamatan penumpang.

Surat dilayangkan akibat terjadinya dua peristiwa kecelakaan di Merak dan Lebak yang menyebabkan sejumlah penumpang tewas pada Kamis (08/04/2010) dan Minggu (11/04/2010).

Menurut Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Hary parwanto, pertimbangan surat disampaikan disebabkan seringnya terjadi kelalaian keselamatan oleh supir ke dua PO tersebut.

“Segera setelah kejadian kecelakaan itu, Dishubkominfo langsung mengirimkan surat kepada Dirjen Hubdar,” kata Hary siang tadi (14/04/2010).

Diungkapkan dia, dalam surat tersebut, pihaknya mengharapkan kepada Dirjen Hubdar supaya memberikan sanksi kepada sopir dan PO bus tersebut yang sifatnya membuat efek jera. "Sanksinya agar sopir dilarang untuk menyetir sampai batas waktu tertentu. Untuk PO bus dikenakan sanksi teguran hingga pencabutan izin operasi,"ujarnya.

Upaya reaktif ini, katanya, diperlukan supaya mengantisipasi terjadinya kejadian serupa. Disamping itu, pihaknya juga melakukan upaya pencegahaan terjadinya kecelakaan.

Ia mengatakan, salah satunya menekankan kepada sopir agar memiliki tanggungjawab yang besar akan keselamatan penumpang. “Para penmpang juga harus berani mengingatkan jika sopir menyetir bus secara ugal-ugalan,” katanya.

Hary menyatakan, untuk mendorong para sopir tidak ugal-ugalan, setiap tahun pihaknya memberikan penghargaan bagi Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) dan Pengemudi Kendaraan Bermotor Teladan (PKBT).(yud/dif)

sumber : http://bantenklikp21.com/


Kenapa juga baru diberi SANKSI sekarang-sekarang???Padahal sudah sejak lama bus-bus tersebut sering terlihat ugal-ugalan di sekitar Tol Merak - Bitung, banyak penumpang yang resah dan sopir-sopir kendaraan Pribadi saat mereka berada di Tol tersebut.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Memang bus ini sejak lama pak ugak2an. mereka akan melaju apabila busnya sudah sangat penuh dan menumpang hampir mati kepanasan di dalam bus.
Sy ingat sekali dulu ketika sy mengunjungi kk sy yg berdomsili Merak, karna tidak ada alternatif lain untuk pulang ke tangerang karna bus aja sudah tidak ada. Semoga mereka bs belajar dari kesalahannya. Semoga sanksinya lebih tegas.. agar mereka tidak nyeleneh.

tyo mengatakan...

wah ibu ternyata pernah menikmati yah hehehe

Anonim mengatakan...

Wah pak jangan salah kadang suka perang sm tu kernet bus, bukan cuma gara2 penuhnya penumpang tp tdk sesuainya tarief yg tiba2 suka naik turun. Mereka gk tau ya kalau sy tuh dh ban item (maksudnya ban mobil pak) jadi jangan coba2 ya melawan sy hehhehe..
btw bapak msh jd kernet bus? atau sudah ganti pekerjaan?

tyo mengatakan...

klo masalah tarif memang suka kelewatan tuh Bu...banyak alasannya.
wuih serem banget udah ban item...hehehe...
Wah saya sekarang cuma pemerhati aja bu...takut lama2 disumpahin penumpang hehehe...
Sekalian Bu, ini ada tulisan saya di http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Angkutan+Kota+di+Tangerang+Semakin+Meresahkan&dn=20100114105032

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini