Tampilkan postingan dengan label Informasi Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Mudik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2009

Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien

Pengecekan Bagian Luar Mobil

Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

Pengecekan Ban

Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.

Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban. Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.

Pengecekan Mesin

Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.

Pengecekan Dalam Mobil

Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.

Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.

Posisi Duduk

Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:

a. Komunikasi

Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.

b. Kenyamanan

Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.

c. Kontrol

Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

Sabuk Pengaman

Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya. Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.

Jarak Kursi

Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling. Sandaran Kursi

Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.

Jarak Tubuh & Kemudi

Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

Posisi Penahan Kepala

Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala. Ketinggian Kemudi Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.

Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:

Pengecekan Instrumen Dashboard Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

Pengaturan Kaca Spion

Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

Pengecekan Lampu-lampu

Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.

Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.

Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.

Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:

1.Tarik-Dorong

Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.

2. Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.

Teknik Pengereman

Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS),

Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.

Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak.Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.

Scanning

Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.

Blind Spot

Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.

Safe Following Distance

Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3

detik. Caranya :

Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.

Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’.

Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.

Safe Stopping Distance

Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.

Parkir

Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil.

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:

* Pastikan kondisi mesin selalu prima.
* Jaga putaran mesin tetap rendah.
* Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
* Gunakan pengereman dengan mesin.
* Tekanan udara ban selalu normal.
* Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
* Matikan AC jika tidak diperlukan.

Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Mudik tinggal hitungan hari. Bahkan mungkin akhir pekan ini ada sebagian dari Anda yang sudah 'boyongan' bersama
keluarga untuk menghindari kemacetan parah selama di perjalanan. Jika Anda pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi, lakukan persiapan jauh-jauh hari agar perjalanan nyaman. Tidak enak kan, sudah macet, eh mobil juga tak mau kompromi? Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mudik: Peta perjalanan Jangan abaikan peta. Meski kelihatannya sepele, tetapi kalau dalam perjalanan terjadi kemacetan luar biasa dan terpaksa harus mencari jalan alternatif, maka paling tidak akan membantu kita untuk tidak nyasar terlalu jauh dari arah tujuan. Hemat waktu, tenaga dan biaya.
Biaya
Selain memperhitungkan biaya, kebutuhan uang tunai selama di perjalanan juga cukup penting untuk diantisipasi. Tidak
semua di daerah yang kita lalui ada ATM sehingga dana tunai sebaiknya disediakan secukupnya sebelum keberangkatan.
Namun tidak usah berlebihan juga demi keamanan.
Suku cadang
Jangan lupa menyiapkan suku cadang tambahan, misalnya minimal 1 liter oli mesin, 1 liter coolant radiator, isolasi untuk membungkus sambungan kabel dan isolasi putih (yang untuk sambungan pipa ledeng), sarung tangan, saringan bensin, sekaleng WD-40 (untuk melancarkan kalau membuka baut).Untuk menghemat ruangan kabin, beberapa item di atas (kecuali WD40, tisu) bisa disimpan di ruang mesin sebelah samping, asal dibungkus dan diikat dengan benar.
Alat bantu
Kunci ring/pas dan tools lainnya standard kelengkapan mobil, dongkrak yang berfungsi dengan baik berikut engkol, tyre pressure gauge dan electric air pump atau yang manual, senter kecil dengan cadangan baterai, ban cadangan layak pakai.
Yang patut dicatat, persiapan sebelum keberangkatan terhadap mobil Anda mutlak dilakukan, antara lain:
  • Paling lambat seminggu sebelum hari keberangkatan, telah melakukan servis besar (ganti oli mesin + filter, oli transmisi, oli gardan, busi, saringan udara, cek aki, cek rem dan minyak rem dll). Jika servis besar dilakukan di bengkel resmi/nonresmi, pastikan kalau jadwal servis sudah dikonfirmasikan dan servis besar dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan.
  • Seimbangkan ulang ban (balancing juga spooring), yang akan menghemat ban dan bahan bakar serta menambah faktor keamanan dalam berkendaraan.
  • Pastikan seluruh lampu-lampu menyala sempurna termasuk saklar-saklarnya berfungsi dengan baik. Jika AC sudah terasa kurang dingin, sebaiknya sekalian servis AC.
  • Periksa karet wiper, kalau sudah "mati" atau retak-retak sebaiknya diganti (bisa pakai yang refill)
  • Pastikan semprotan air wiper pas ke tengah kaca masing-masing dan tambahkan sedikit "shampo non-fat" di air wiper untuk mempermudah melarutkan "lemak" serangga yang terhempas di kaca depan (wind shield).
  • Setel ulang pintu-pintu yang mulai brisik/bergetar. Ganti karet-karet yang sudah "mati" apabila diperlukan. Perjalanan panjang akan "memperparah" getaran di pintu-pintu dan juga membuat berkendaraan tidak nyaman.
  • Siapkan tali-tali yang fleksibel untuk "mengikat" barang-barang di bagasi apabila diperlukan.
Untuk antisipasi persiapan di atas, sangat dianjurkan untuk tidak melakukan servis besar sehari sebelum keberangkatan, karena ada saja hal-hal yang tidak sempurna pengerjaannya atau perlu untuk di cek ulang. Selamat mudik, semoga lancar dan selamat sampai tujuan...

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Sepeda Motor


  1. Jumlah Penumpang Sepeda Motor maksimal 2 Orang terdiri atas 1 Pengemudi dan 1 Penumpang
  2. Sepeda Motor dihimbau Untuk Menyalakan Lampu Utama Sepeda Motor pada Siang Hari
  3. Aturan pemuatan barang di sepeda motor : Tidak melebihi lebar stang kemudi, tinggi barang tidak melebihi tinggi pengemudi, tidak melebihi panjang kendaraan, tidak menghalangi pandangan pengemudi, dan tidak menggangu stabilitas kendaraan
  4. Pengendara dan Penumpang Sepeda Motor Wajib Memakai Helm

Tips Perhatikan Indikator Kendaraan

Banyak pengendara mobil menjalankan kendaraan tanpa terlebih dahulu memperhatikan indikator yang ada di mobil. Maka, akibatnya tidak jarang di perjalanan mendapat hambatan karena kendaraan mogok. Tidak itu saja bisa malah bahaya yang datang. Tips berikut dapat anda lakukan sebelum anda melakukan mudik :

Radiator

Bila indikator suhu mesin menunjukkan panas. Anda harus membuka kap mesinnya. Diamkan lebih kurang 30 menit (hingga air radiator tidak terlalu panas). Buka tutup radiator. Jika ternyata kekurangan air, tambahkan air atau radiator coolant yang disarankan.

Ban

Jika ban mobil Anda kempes di tengah jalan. Parkirkan kendaraan dijalan yang rata dan agak kuat, hidupkan lampu hazard dan minta agar seluruh penumpang keluar. alu kendorkan empat mur dengan setengah putaran dan dongkrak mobil. Lepaskan ban yang kempes kemudian ganti dengan ban cadangan yang anda bawa.

Aki

Bersihkan kutub-kutubnya dari kerak dan lumasi dengan gemuk. Hindari masuknya kotoran ke dalam sel aki. Bila air aki dibawa indikator lower level, tambahkan air murni atau aquadset ke dalamnya. Jika mengalami susah starter. klakson lemah atau nyala lampu meredup, maka aki harus diisi arus listrik (charge) segera.

Panel Instrumen

Beberapa indikator pada panel instrumen saat berkendaraan juga penting untuk diperhatikan. Jarum penunjuk temperatur (tidak mencapat kondisi Hot), lampu CHG (saat mobil hidup, lampu harus mati). Jarum penunjuk volume bahan bakar (upayakan untuk tidak sampai empty).

Oli

Apabila oli mobil anda menunjukkan tanda-tanda warnanya menjadi hitam pekat, atau menjadi sangat cair dibandingkan dengan aslinya, maka sudah saatnya untuk diganti agar tidak merusak mesik. Pemakaian normal oli mesi rata-rata 5000 km atau kurun waktu tiga bulan.

SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Lilypie Kids Birthday tickers