Tampilkan postingan dengan label Budaya Propinsi Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Propinsi Banten. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2009

Pondok Dahar Ibu Haji






Rumah Makan Pondok Dahar Ibu Haji yang terletak di Jalan Raya Serang Sumur Bandung Kabupaten Tangerang Banten, adalah rumah makan khas sunda yang menyajikan masakan-masakan khas sunda, adalah Sayur Asemnya yang sungguh luar biasa nikmatnya disajikan dengan nasi yang cukup menggugah selera para penikmatnya. Terdapat pula Pepes Ikan Masnya yang hmmm... mantapz! plus sambal terasinya, ditambah ayam gorengnya... Rumah makan ini diapit oleh dua bangunan milik Pemerintah yaitu Kecamatan Sumur Bandung dan Balai Kesehatan Tenaga Kerja UPDT Prop. Banten selalu ramai dikunjungi, banyak para pejabat Pemerintah Daerah yang sering makan di rumah makan yang terlihat sederhana dengan didominasi oleh bambu.

Kamis, 15 Oktober 2009

Wayang Garing

Wayang Garing bukanlah jenis pertunjukkan yang berpijak pada lakon, melainkan pada sederet guyon yang langsung melibatkan pemilik hajat (panitia) dan para penonton. Ibarat pertunjukkan teater, wayang garing mirip “teater miskin” Artaud yang mengeksplorasi keterbatasan dengan memaksimalkan apa yang dimiliki. Wayang Garing bukanlah sejenis dongeng yang mengisahkan suatu cerita, melainkan percakapan seorang dalang kepada penontonnya mengenai kehidupan nyata ki dalang di tengah masyarakatnya.

Wayang Garing sangat berbeda dengan wayang kulit di Yogyakarta atau wayang golek di Jawa Barat. Wayang kulit adalah teater stanislavski yang amat setia pada lakon, sedangkan wayang golek mirip dengan teater Brecht yang mengasingkan lakon dengan kocokan guyonan. Perbedaan itu dengan sendirinya mencerminkan karakteristik kebudayaan dan masyarakat yang menghidupi masing-masing kesenian tersebut. Sifat egaliter yang amat merakyat, dengan bahasa yang multikultur, komposisi lakon dan guyon, irama dan pakem pertunjukkan wayang garing tidak gampang ditemukan dalam jenis-jenis wayang lainnya.



sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Banten

Kesenian Angklung Buhun

Kesenian Angklung Buhun merupakan kesenian angklung khas kabupaten Lebak dengan peralatan perkusi dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menimbulkan nada-nada yang harmonis. Angklung Buhun berarti angklung tua, kuno (baheula) yang dalam arti sebenarnya adalah kesenian pusaka. Dinamakan buhun, karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Dengan demikian salah satu jenis kesenian masyarakat Baduy yang pertama kali lahir adalah Angklung Buhun yang memiliki nilai magis (kekuatan gaib) dan sakral, selain itu punya arti penting sebagai penyambung amanat untuk mempertahankan generasi orang Baduy. Saat ini kelompok pemain kesenian Angklung Buhun sangat jarang ditemui atau dipentaskan. Biasanya kesenian ini sekarang hanya dijumpai pada acara-acara ritual, seperti acara adat Seren Taun di Cisungsang dan Seba yang dilakukan oleh masyarakat Baduy di kabupaten Lebak. Kesenian Buhun memiliki karakter kesenian yang sederhana baik dalam lirik atau lagunya, dan biasanya menggambarkan alam sekitar sehingga menciptakan suasana yang nyaman, damai dan harmonis.

sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Banten
SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Lilypie Kids Birthday tickers