Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Hak dan Kewajiban Seorang Isteri Solehah Terhadap Suami

Wahai para wanita yang sedang bertabarruj dengan mengunakan segala perhiasaan yang di milikinya di hadapan manusia bertakwalah kalian kepada Allah , takutlah wahai perempuan yang biasa keluar kepasar tanpa menutupi tubuhnya dengan sempurna, dan siapa saja yang ikut campur baur bersama laki-laki, sehingga mereka bisa bebas memandangimu demikian pula engkau bisa memandangi mereka, bertakwalah wahai wanita kalau sekiranya engkau masih beriman kepada Allah dan beriman pada hari di mana engkau akan berdiri seorang diri di hadapanNya, ketahuilah bahwa semua perbuatanmu tersebut adalah di larang oleh agama. Duhai orang yang sedang naik mobil sendirian hanya berdua bersama sopirnya atau yang masuk ke ruang dokter tanpa di temani mahramnya takutlah engkau kepada Allah. Takutlah duhai wanita yang keluar rumah dengan bersolek tanpa memakai hijab, ketahuilah sesungguhnya bersolek tanpa hijab akan menumbuhkan berbagai macam fitnah, dan menyelisihi perintah Allah dan RasulNya.
Bertakwalah wahai wanita muslimah serta bertaubatlah kepada Allah apabila ada di antara kalian yang mengerjakan salah satu di antara kemungkaran di atas, demi Allah sungguh adzab Allah itu sangatlah pedih.
Wajib bagi tiap wanita muslimah yang masih beriman kepada Allah serta hari akhir untuk menjaga lidahnya, jangan sampai melembutkan suaranya tatkala berbicara bersama laki-laki yang bukan mahramnya, apalagi ngobrol bareng bersama mereka, karena suara perempuan termasuk aurat yang tidak boleh di perdengarkannya pada orang lain yang bukan mahramnya kecuali sebatas kebutuhan yang diperlukan tanpa merendahkan suaranya.
Dan wanita muslimah dilarang melihat lelaki yang bukan termasuk mahramnya kecuali mempunyai alasan yang di bolehkan demikian pula sebaliknya bagi laki-laki juga di larang untuk melihat pada perempuan yang bukan mahramnya tanpa ada udzur syar’i. Maka menjadi suatu kewajiban bagi tiap muslim untuk berhati-hati dalam masalah ini demikian pula wajib baginya untuk selalu mengawasi mahramnya supaya tidak terjatuh ke dalamnya, karena penglihatan merupakan salah satu panah beracun dari panah-panah yang di luncurkan oleh setan. Hak dan kewajiban seorang istri adalah suatu kewajiban bagi seorang istri terhadap suaminya adalah menunaikan hak dan kewajibannya serta menyematkan pada dirinya adab-adab Islam, sebagaimana pembahasan berikut ini.
Hendaknya bagi perempuan yang merasa takut kepada Allah Ta’ala bersungguh-sungguh di dalam mentaati Rasulallah Shalallahu ‘alaih wa sallam, taat kepada suaminya, serta mencari keridhoanya, karena suami adalah surga maupun neraka bagi istrinya, seperti yang pernah di sabdakan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة » (رواه إبن ماجه والترمذي)
“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga“. HR Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Imam Tirmidzi. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت بعلها زوجها فلتدخل من أي أبواب الجنة شاءت » (رواه أحمد والطبراني)
“Apabila seorang wanita mengerjakan sholat lima waktu, dan berpuasa ramadhan, mentaati suaminya, maka ia akan masuk ke dalam surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki“. HR Ahmad dan Thabrani.
Ta’at kepada suaminya selagi dia tidak menyuruh untuk berbuat maksiat kepada Allah Azza wa jalla, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ ﴾ ( سورة النساء: 34)
“Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS an-Nisaa’: 34).
Demikian juga berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأته فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح » ( رواه البخاري ومسلم)
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya (ungkapan untuk berjima’.pent) kemudian istrinya enggan sehingga suaminya marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya sampai keesokan harinya”. HR Bukhari dan Muslim.
Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لو كنت آمرا أحد أن يسجد لأحد لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها» (رواه أبو داود والحاكم وصححه الترمذي)
“Kalau seandainya saya boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain tentu akan saya perintahkan perempuan sujud kepada suaminya”. HR Abu Dawud, Hakim dan di shahihkan oleh Imam Tirmidzi.
Menetap di rumah suaminya dan tidak keluar dari rumah melainkan setelah mendapat izin dan di ridhoi olehnya.
Wajib bagi seorang istri selalu berusaha untuk mencari ridho suaminya serta menjauhi segala perkara yang bisa menimbulkan kemarahannya, jangan mencoba menolak manakala diajak untuk berhubungan kecuali kalau memang ia memiliki udzur syar’i, seperti ketika sedang haid maupun nifas, maka kalau keadaanya seperti itu, ia tidak boleh memenuhi ajakan suaminya untuk berhubungan, demikian pula tidak boleh bagi seorang suami untuk menuntut istrinya mau di ajak berhubungan ketika sedang haid dan nifas, dan jangan menjimakinya sampai sekiranya ia telah suci dari haid maupun nifasnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِي ٱلۡمَحِيضِ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَۖ﴾ ( سورة البقرة 222)
“Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhi istrimu di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sampai kiranya mereka suci”. (QS al-Baqarah: 222). Maknanya jangan dekati mereka untuk berjima’ sampai terputus darah haid atau nifasnya dan mereka telah mandi suci.
Hendaknya bagi perempuan merasa berada di bawah naungan suaminya, yang tidak bisa seenaknya berbuat, dari segi harta, ia tidak bisa bergerak melainkan setelah mendapat izinnya. Dan agar ia memahami bahwa hak suami lebih dahulukan dari pada haknya dan hak saudara suami lebih dahulukan dari pada hak saudaranya, demikian juga hendaknya ia selalu siap untuk di ajak berhubungan oleh suaminya dengan menggunakan berbagai macam sarana yang bisa menjadikan dirinya bersih, serta menarik, dan jangan merasa lebih cantik sambil menghina kejelekannya, serta jangan sesekali mencelanya di belakang apalagi di hadapannya.
Memelihara serta menjaga kehormatan suaminya dan martabatnya, serta mengatur harta, anak-anak dan seluruh urusan rumah tangga, hal itu berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ ﴾
( سورة النساء 34)
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS an-Nisaa’: 34).
Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « والمرأة راعية على بيت زوجها وولده ومسئولة عن رعيتها » (رواه البخاري ومسلم)
“Dan perempuan bertanggung jawab atas rumah suami dan anak-anaknya, serta akan di tanya tentang tanggung jawabnya tersebut” HR Bukhari dan Muslim.
Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «فحقكم عليهم أن لا يوطئن فرشكم من تكرهون ولا يأذن في بيوتكم لمن تكرهون» (رواه الترمذي)
“Dan hak suami atas kalian (para wanita) adalah tidak berzina serta tidak memasukan orang lain yang ia benci”. HR Tirmidzi beliau berkata hadits hasan shahih.
Wajib bagi wanita, untuk selalu merasa malu terhadap suaminya, menghormati, ta’at pada perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara, menjauhi segala perkara yang bisa membuatnya marah, tidak berkhianat kepadanya, baik ketika di tinggal pergi, atau dalam ranjangnya, harta serta rumahnya, dan selalu berbusana yang menarik dan menjaga badan selalu wangi.

Sumber : http://www.mozaikislam.com/hak-dan-kewajiban-seorang-isteri-solehah-terhadap-suami/

Minggu, 07 April 2013

Renungan

“Kesediaan diri untuk mengintrospeksi diri, meminta maaf dan saling menasehati merupakan mutiara berharga yang telah hilang dari rumah tangga kita. Betapa keharmonisan akan terwujud dan kebaikan akan memadati rumah tangga kita bila sepasang suami istri mau saling menasehati dan saling memaafkan kesalahan pasangannya.”


Jumat, 29 Maret 2013

Doa ku untuk Istriku

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiiin… Ashsholaatu wassalaamu ‘alaa rosuulillaah…
Terimakasih, yaa Robbiii… Engkau telah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan ini. Menghalalkan yang sebelumnya belum halal atas kami. Mengharamkan yang sebelumnya belum haram atas kami. Mengikuti sunnah Rasul-Mu. Menyempurnakan separuh dien-Mu. Menyemai ibadah dalam bilik kemesraan kami. Sembari terus–menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu…
Penantian panjang yang kami jalani dengan harap-harap cemas bersama doa-doa yang dilantunkan di sudut hening malam, di pagi berkabut, maupun di terik siang yang membakar peluh, telah Engkau usaikan dalam majelis pernikahan yang sederhana dan takzim itu. Ijab Qabul dan Ikrar suci yang diucapkan lirih pada sore hari itu, merambatkan segala rasa yang terpatri dalam di lubuk batin kami. Menggema memenuhi rongga kepala dan hati kami. Hingga air mata haru dan isak tangis kami pun tak kan mampu melukiskannya.
Sembari terus-menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu, atas dosa-dosa yang telah dan mungkin akan terjadi, kami memohon kepada-Mu, dengan segenap harapan dan kerendahan hati, sudilah kiranya Engkau menuntun kami ke jalan yang Engkau ridhoi. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang Engkau murkai. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang sesat. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang dzhalim. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang fasik. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang kafir. Selamatkanlah kami dalam kehidupan kami di dunia dan di akhirat kelak.
Yaa Robbiii… Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia isteri yang taat kepadaku dalam perjalanan menggapai ridho-Mu. Jauhkanlah ia dari sifat-sifat buruk dan bejat, dari sifat ujub dan khianat, dari sifat dzhalim dan fasik, dan sifat-sifat yang mendatangkan murka-Mu. Jadikanlah ia isteri shalehah, sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.
Yaa Robbiii… Jadikanlah aku imam bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu. Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kami, yaa Robbal ‘aalamiiin…
Yaa Robbiii… Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari. Ampunilah dosa Ibu dan Bapak kami. Ampunilah dosa saudara-saudara kami. Ampunilah dosa kerabat-kerabat kami. Ampunilah dosa sahabat-sahabat kami. Ampunilah dosa guru-guru kami. Ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Yaa Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang shaleh dan shalehah. Anak-anak yang taat menjalankan perintah-Mu dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Karuniailah kami keturunan yang akan teguh memperjuangkan tegaknya dien-Mu di bumi ciptaan-Mu ini.
Yaa, Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang menggenggam erat sunnah Rasul-Mu. Memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di persada bumi ini. Generasi yang siap mengorbankan segala yang ada padanya untuk mempertahankan aqidahnya, memperjuangkan al-Haq dan mengingkari al-bathil.
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar…Allohummaghfirlanaa bikaroomika ajma’iiin, watubuwazaqi wa’fu ‘an man yaquulu aamiiin aamiiiin aaamiiin…. Washollollohu ‘alaa sayyiidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi ajma’iiinWalhamdulillahi robbil ‘aalamiiin…
Hamba dalam siluet senja itu, Tertangkup tangan doa bahagia untuknya, Terbisik harapan pada Robbi…
Ya Allah…. Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya, Beralas cinta berujung surga. Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu, Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu, Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama, Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu, Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru, Dalam dzikir yang tiada akhir, Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu.. Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami, Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin..
Ya Allah….Tak kupinta dia untuk sempurna..Tapi jadikan kami sempurna tuk saling mengisi kekurangan kami..Tak kupinta dia datang dengan kesombongan atas apa yang diraihnya..Tapi datangkan Ia dengan ketulusan cinta hanya kerana-MuAgar kudapatkan kebaikan dunia, agama dan akhiratku…..Aamiin ya Rabbal’Alamin…
Ya Allah…Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya ..
Aamin ya Rabbal’Alamin…..

seubuah catatan strawberry FB

Tiga Kiat Membuat Dunia Menjadi Syurga

SubhanAllah, sahabatku, dalam kesempatan ini kusampaikan untuk kalian tiga kiat membuat dunia ini "Al Jannah qoblal Jannah" Syurga sebelum Syuga sebenarnya di akhirat kelak:

  • Sungguh-sungguh taat kepada Allah
  • Baik sangka atas semua takdir-Nya dan
  • Asyik muhasabah diri dengan sibuk terus memperbaiki diri, sama sekali tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain.
Coba renungkan ulang hikmah ini sahabatku fillah.

I love you all cause of Allah.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/10/25/mcftks-tiga-kiat-membuat-dunia-menjadi-syurga

Selasa, 26 Maret 2013

Wujud Syukur pada Suami

Bersyukur pada suami bisa diwujudkan dengan beberapa macam. Sudahkah anda melakukannya?
Banyak wanita kurang bersyukur dan tidak mengerti balas budi, sehingga beranggapan bahwa hidup mulia dan bahagia hanya bila terpenuhi semua tuntutan dan keinginannya. Jika hal itu tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki, serta merasa menjadi orang paling malang di dunia. Yang demikian itu seperti gambaran nyata calon wanita penghuni neraka. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,

“Saya melihat neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini. Dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Karena pengingkaran mereka.” Beliau ditanya, “Apakah karena ingkar kepada Allah?” Beliau bersabda, “Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun, lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai), maka ia berkata, ‘Saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.’” (Riwayat Bukhari)
Terkadang istri membuat suami lalai dan patah semangat. Sering pula ia teledor terhadap hak-hak suaminya. Bahkan tidak jarang wanita suka menghina dan merendahkan suami, baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi, atau ilmunya.
Seharusnya, yang seperti itu sebisa mungkin dijauhi oleh para istri shalihah. Sesungguhnya, memiliki suami itu sudah menjadi keberuntungan bagi seorang wanita, mengingat tidak sebandingnya jumlah laki-laki dan wanita  dewasa ini. Karena itu, setiap wanita yang bersuami, selayaknya bersyukur. Memang, mensyukuri hal itu terkadang terasa sangat berat, terutama bila seorang istri hanya mengingat kekurangan dan kejelekan suami. Namun, cukuplah hadits Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam di atas menjadi peringatan bagi para istri. Pintu neraka akan terbuka lebar-lebar bagi para istri yang mengingkari kebaikan suami.

BENTUK SYUKUR PADA SUAMI
Syukur pada suami, bisa direalisasikan dalam berbagai hal, di antaranya:
 
1. Mencintainya sepenuh hati
Cintailah suami apa adanya. Jangan bandingkan dia dengan laki-laki lain. Bagaimanapun juga, Allah ta’ala telah menakdirkan dia menjadi jodoh Anda. Pupuklah cinta itu agar terus tumbuh subur di hati Anda.

2. Menghormati dan menghargai
Suami Anda adalah pemimpin di rumah Anda. Maka hormati dan hargailah dia. Jangan pernah menyepelekannya, atau merendahkan harga  dirinya.

3. Selalu taat dan berbakti
Ketaatan pada suami adalah yang utama, setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seorang istri wajib menaati suaminya, sepanjang tidak menyelisihi aturan syariat.

4. Amanah
Istri yang amanah, akan membuat suami merasa aman. Ia bisa menjaga rahasianya, serta menjaga rumah dan hartanya saat dia pergi.

5. Memuliakan orang tua dan keluarganya
Orang tua suami Anda, telah menjadi orang tua Anda juga. Mereka telah mengikhlaskan anak lelakinya menjadi suami Anda. Maka muliakanlah mereka. Muliakan pula keluarga besar suami yang lainnya. Pergauli mereka dengan santun. Insyaallah dengan begitu mereka pun akan bersikap demikian terhadap Anda.

6. Menjaga lisan agar jangan sampai menyakiti
Seorang istri harus pandai menjaga lisannya, agar jangan sampai menyakiti hati suaminya. Seorang lelaki bisa sangat peka, terutama bila tersinggung soal harga dirinya. Kalau sampai dia marah dan meninggalkan Anda, maka Anda sendiri yang akan rugi.

7. Merawat dan mendidik anak-anaknya dengan baik
Anak-anaknya adalah anak-anak Anda juga. Rawat dan didiklah mereka dengan sebaik-baiknya. Ketika masih kecil, mungkin mereka sangat merepotkan. Akan tetapi, bersabarlah. Bisa jadi anak-anak itu akan ganti merawat Anda berdua di hari tua nanti. Jangan lupa pula, doa anak shalih bisa menjadi pemberat timbangan amal kita, dan akan terus mengalirkan pahala meski kita sudah berkalang tanah. Karena itu, usahakanlah untuk mendidik anak-anak agar menjadi mukmin sejati yang shalih dan shalihah.

8. Mengingatkan kalau dia salah

Suami juga manusia. Ia juga tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Pilihlah kata-kata yang lembut untuk mengingatkan suami bila ia sedang khilaf. Jangan marah jika ia tak mau mengakui kesalahannya, atau hanya diam dan tak meminta maaf. Terkadang, egonya memang menahannya untuk mengakui kesalahannya atau meminta maaf, namun sebenarnya dalam hati ia mengakuinya.

9. Lebih banyak mengingat kebaikannya, memaafkan kesalahannya, dan bersabar terhadap kekurangannya.
Janganlah membencinya karena ia memiliki sifat buruk yang tak kita sukai. Bagaimanapun juga, ia pun pasti memiliki banyak sifat baik yang kita sukai. Maafkan kalau dia bersalah atau bersikap kasar. Husnuzhzhan sajalah. Barangkali ia bersikap demikian karena sedang kelelahan karena banyak pekerjaan.

10. Mendorong dan menghiburnya ketika susah

Seorang istri yang mencintai suaminya, tidak hanya setia saat suaminya bersuka cita. Ia pun setia mendampingi di saat suaminya berduka atau ditimpa kesusahan. Istri yang baik akan berusaha menghiburnya, dan mendorongnya untuk kembali bersemangat. Para istri bisa belajar dari Ummul Mukminin Khadijah x, yang berusaha menghibur dan menenangkan hati Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kali menerima wahyu di gua Hira’.

11. Menyenangkan hatinya
Istri shalihah akan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suaminya. Ia akan menjaga penampilannya di hadapan suami. Juga menjaga agar suaminya tidak melihat sesuatu yang kurang menyenangkan pada dirinya, maupun pada rumah dan anak-anaknya. Ia akan selalu menjaga diri, anak-anak dan lingkungannya agar bersih dan rapi. Selain itu, menyenangkan suami juga bisa dilakukan dengan menghidangkan masakan yang lezat untuknya, serta memberikan servis yang memuaskan di ranjang.

12. Jangan membenci dan meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian.
Suami kadang diuji dalam pekerjaannya. Misalnya usahanya bangkrut, dan orang-orang yang dulu menjalin hubungan kerja sama dengannya, banyak yang meninggalkannya. Bisa juga ia diuji dengan suatu penyakit yang cukup parah, sehingga banyak orang meninggalkannya, sebagaimana yang dialami Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Seorang istri yang baik dan setia, akan tetap menemaninya, dan tidak meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian terhadapnya.

13. Meladeni/melayaninya sampai hal-hal kecil.

Layanilah suami sampai pada hal-hal kecil. Misalnya menyiapkan pakaiannya atau mengambilkan makan dan minumnya.

14. Bersikap qana’ah, berterima kasih dan mensyukuri pemberiannya.
Jangan bersikap “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Banyak-banyaklah bersyukur, karena bila kita bersyukur maka Allah l akan menambah nikmat-Nya. Jangan kufur nikmat. Lihatlah ke bawah. Betapa banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dibandingkan kita.

15. Jauhi cemburu buta

Cemburu adalah tanda cinta. Namun, cemburu yang baik adalah cemburu yang disertai keraguan. Cemburu buta malah bisa merusak ikatan cinta kasih di antara Anda berdua. Bagaimanapun juga, dalam cinta, ada kepercayaan. Karena itu, boleh saja cemburu, tapi jangan menuduh suami sembarangan, misalnya telah berbuat serong dan sebagainya. Apalagi jika Anda tidak memiliki bukti yang kuat.
Demikianlah beberapa bentuk syukur terhadap suami. Mudah-mudahan para istri bisa mewujudkannya dalam kehidupan berumah tangga. (kuni_shalihati)

source : http://majalahsakinah.com/2010/03/wujud-syukur-pada-suami/

Rabu, 13 Maret 2013

Agar Anda Bahagia Bersama Suami

Berikut ini tips bagi para istri agar bisa hidup bahagia bersama suaminya:

1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.
2. Hendaklah senyum itu senantiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.
3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.
4. Pilihlah waktu ynag tepat untuk meluruskan kesalahan suami.
5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.
6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.
7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.
8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.
9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.
10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.
11. Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.
12. Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.
13. Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.
14. Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.
15. Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.
16. Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.
17. Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya.
18. Jangan berlebih-lebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.
19. Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.
20. Janganlah anda mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.
21. Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.
22. Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.
23. Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.
24. Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda.
25. Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya.
26. Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.
27. Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.
28. Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.
29. Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.
30. Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa.
31. Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.
32. Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.
33. Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yng dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.
34. Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.
35. Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya.
36. Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.
37. Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuatu kepadamu.

Diketik ulang dari: “Nasehat kepada para Muslimah”, bagian kedua, Fathi Majdi as-Sayyid. Penerjemah:Muzaidi Hasbullah, Lc,dkk.Penerbit: Pustaka Arafah, Cetakan I: April 2001/Muharram 1422H, hal.66-70.

(Sumber : http://muslimahzone.com/agar-anda-bahagia-bersama-suami/ )

Senin, 23 April 2012

Keluarga Imran atau Ali Imran Sosok Panutan Dalam Berkeluarga

Nama keluarga Imran diabadikan sebagai nama surat dalam Al-Qur’an. Imran adalah orang yang saleh, taat pada perintah Allah SWT serta sabar dalam mendidik puterinya. Puteri beliau yang juga menjadi nama sebuah surat Al-Qur’an adalah Maryam. Imran sukses mendidik Maryam menjadi wanita shalihah yang dapat menjaga kesuciannya serta taat kepada Allah SWT dan berbakti kepada orang tuanya.

Betapa banyak para orang tua di zaman kini yang gagal menjaga anak wanitanya. Pendidikan yang salah serta gaya hidup bebas mengakibatkan anak-anak gadis mereka layu sebelum berkembang.

Keluarga Imran telah memberikan tauladan kepada kita dalam mendidik puterinya dalam mencintai Allah SWT. Maryam menjadi sosok yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai wanita yang taat kepada perintah Allah SWT. Akan tetapi, meskipun Maryam dikenal sebagai wanita suci, cercaan dan tuduhan busuk mengenai beliau hingga kini masih kita lihat, terutama saat melahirkan Nabi Isa as. Beliau melahirkan tanpa suami, tentu saja dengan izin, kekuasaan dan kehendak Allah SWT. Akan tetapi segala tuduhan keji itu telah dipatahkan oleh puteranya sendiri. Saat Nabi Isa masih seorang bayi kecil, Isa as dengan izin Allah SWT dapat berkata-kata menjelaskan kepada seluruh manusia bahwa dirinya adalah utusan Allah SWT, seorang Nabi Allah bukan Tuhan.

Jika awal surat Al-Baqarah dimulai dengan penyebutan tiga tipe manusia, yakni Muttaqin, Kafirin dan Munafiqin, maka surat Ali Imran seakan menegaskan kepada kita bahwa golongan yang dipilih dalam hidup ini adalah golongan Muttaqin, yang salah satu episode panutannya adalah keluarga Imran atau Ali Imran. Itulah sebabnya, surat itu dinamakan Surat Ali Imran.

Sumber : Bulletin Jum'at KIPRAH Edisi III/IV/2012

Senin, 21 November 2011

Doa Seorang Hamba

Seseorang datang mengeluh kepada pak Kyai, "Kyai, dimanakah keadilan Allah, telah lama aku memohon pada-Nya namun tak pernah dikabulkan..aku shalat, puasa, bersedekah, berbuat kebajikan, tapi keinginan-keinginan ku tidak DIA kabulkan. Padahal temanku si X, ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk... tapi apa yang dimintanya terkabul dengan cepat. Oh sungguh Allah tidak adil. "

Kyai bertanya," Bagaimana jika datang pengamen berpenampilan seram, bertato, bertindik, nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?".

Orang itu menjawab,"segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku".

Kyai bertanya lagi, "Lalu bagaimana jika pengamen itu besuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yang kau lakukan?".

"Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan tambah lagi", kata orang itu sambil tersenyum.

Kyai: "Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita para hambaNya. Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenci-Nya berdoa dan memohon padaNya, Dia akan palingkan wajah-Nya & memerintahkan kepada malaikat: 'Cepat berikan apa yg dia minta. Aku muak dengan pintanya!, berilah apa yang dimintanya".

Tapi jika yang menadahkan tangan adalah hambaNya yang saleh dan rajin bersedekah, meminta pada-Nya, maka Allah memerintahkan kepada malaikat-Nya:"Tunggu, tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai tangis isaknya. Aku tak ingin dia menjauh dari-Ku setelah mendapat apa yang dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya".

Sahabatku, Moral kisah di atas adalah, jika doa kita belum DIA kabulkan, bersabarlah, mungkin karena DIA mencintai kita. Oleh karenanya, selalu berprasangka baiklah kepada Allah karena kita tidak tahu apa yang terbaik bagi diri kita.

Dikutip dari facebook Bapak H. Harry Mulya Zein (Sekertaris Daerah Kota Tangerang)

Kamis, 17 November 2011

[Renungan] Betapa Penting Diri Anda Sebagai Seorang Ayah

"Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari Ayahnya, akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam.

Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa Ayah.

Para ayah, Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda.

Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para Ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran dan moral.
Dan Anda tidak akan menyesal, karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetapi seorang pria yang anaknya berkata: "Aku mau menjadi seperti Ayah" atau "Aku mau seorang suami yang seperti Ayah"

Seorang Ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah...

Dikutip dari facebook Bapak H. Harry Mulya Zein (Sekertaris Daerah Kota Tangerang)

[Renungan] Arti Ayah di Kehidupan Kita

Bagi seorang yang sudah dewasa, yang sedang jauh dari orangtua, akan sering merasa kangen dengan Mamanya.

Bagaimana dengan Ayah ?

Mungkin karena Mama lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan mu

Tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayahlah yang mengingatkan Mama untuk meneleponmu ?

Saat kecil, Mamalah yang lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kamu bahwa sepulang Ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada Mama, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk atau pilek, Ayah kadang membentak "Sudah dibilang! jangan minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata "Tidak boleh!"
Sadarkah kamu bahwa Ayah hanya ingin menjagamu?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Dan ayah sangat ingin menangis.
Disaat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, Ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kmu diwisuda. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dan bangga.

Sampai ketika teman pasanganmu datang, untuk meminta izin mengambilmu dari Ayah.
Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin.

Dan akhirnya...
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas,
Ayah pun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa Ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis karena Ayah sangat bahagia.

Semoga Putra/i kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya.

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.
Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu....

Dikutip dari facebook Bapak H. Harry Mulya Zein (Sekertaris Daerah Kota Tangerang)
SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Lilypie Kids Birthday tickers