Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

Cerita Sederhana Yang Bermakna

Ilustrasi
Beberapa waktu lalu saat mendapat tugas Dinas Luar Kota dari Kantor. Ada sedikit cerita tentang pengalaman seorang rekan kerja (tak usah disebutkan namanya).
Selepas kegiatan acara di suatu hotel di wilayah Cisarua setelah shalat maghrib, kami kumpul di salah satu rekan kerja. Cerita tentang kegiatan tadi. Tiba-tiba Handphone rekan saya berbunyi, sebentar dia bilang istri telepon. Karena suara telepon tersebut terdengar karena sepinya. "Ayah, Bunda izin keluar buat beli nasi goreng di depan". Iya, sama siapa? "Sama kaka dan dede" (anak pertama dan keduanya.red).
Mendengar akan itu saya sempat berguyon, wah keluar sebentar tapi harus ijin nih... Teman saya hanya tersenyum saja.
Tapi inilah nilai sederhana itu. Seorang suami berada jauh diluar kota, sang istri tetap menghormati sang suami dengan pamit atau ijin keluar rumah walaupun itu hanya dekat dari rumah. Subhanallah.

Nabi bersabda yang artinya :
“Tidak halal bagi seorang wanita untuk berada di rumah suaminya sedangkan suaminya tidak suka (ridha) dan janganlah ia keluar rumah dalam keadaan suaminya tidak ridha. Janganlah mentaati seorangpun di rumah suaminya (selain suaminya), janganlah ia menjadikan suaminya gusar, janganlah ia menjauhi ranjang suaminya dan janganlah ia merugikan suaminya walaupun ia (suaminya) lebih dhalim darinya (wanita) sampai (si isteri) mencari keridhaan suami. Maka jika suami ridha dan menerimanya, maka itu suatu kenikmatan baginya (wanita). Allah akan menerima udzur-udzurnya dan akan berserilah wajahnya dan ia tidak berdosa, tapi jika suami menolak untuk ridha kepadanya maka sungguh ia telah menyampaikan udzur-udzurnya.” (Hadits Hasan dikeluarkan Baihaqi dalam “Sunan”nya (7/293) dan Hakim (2/189-190) dari jalan ‘Atha bin Abu Muslim al-Khurasany dari Malik bin Yakhamir as-Saksaky dari Mu’adz bin Jabal secara marfu’ maka ia menyebutkannya.)

Hendaknya isteri tidak keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya, jika ia berbuat demikian (keluar tanpa ijin) maka ia terus berada dalam kemaksiatan dan ia layak untuk mendapat adzab.
Syaikhul Ibnu Taimiyah berkata;
“Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami), dan tidak dihalalkan bagi siapapun untuk mengambilnya (isteri) darinya (suami) dan menahannya dari suaminya, baik keadaan isteri sebagai ibu susu atau bidan atau profesi-profesi lain. Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.” (Majmu’ Fatawa (32/281))
Semoga Allah menjadikan kita sebagai Muslim yang Shaleh. Aamiin Ya Rabb. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penulisan ini. Hanya sedikit berbagi.

Selasa, 06 Agustus 2013

Mendahulukan Hak Suami dari Orang Tua

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).
Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah”.
Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).
Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).

Istri Harus Taat Suami atau Orang Tua?

Suatu saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan—sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah—, tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu. Di saat bersamaan, ayah anda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada titah suami, istri tidak berani menjenguk ayahnya.

Merasa memiliki beban moral kepada orang tua, ia pun mengutus seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Taatilah suami kamu.” Sampai sang ayah menemui ajalnya dan dimakamkan, ia juga belum berani berkunjung. Untuk kali kedua, ia menanyakan perihal kondisi nya itu kepada Nabi SAW. Jawaban yang sama ia peroleh dari Rasulullah, “Taatilah suami kamu.” Selang berapa lama, Rasulullah mengutus utusan kepada sang istri tersebut agar memberitahukan Allah telah mengampuni dosa ayahnya berkat ketaatannya pada suami.

Kisah yang dinukil oleh at-Thabrani dan divonis lemah itu, setidaknya menggambarkan tentang bagaimana seorang istri bersikap. Manakah hak yang lebih didahulukan antara hak orang tua dan hak suami, tatkala perempuan sudah menikah. Bagi pasangan suami istri, ‘dialektika’ kedua hak itu kerap memicu kebingungan dan dilema.

Syekh Kamil Muhammad ‘Uwaidah dalam buku Al Jami’ fi Fiqh An Nisaa’ mengatakan seorang perempuan, sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orang tua. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menguatkan hal itu. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah. Mengomentari hadis itu, Imam Nawawi mengatakan hadis yang disepakati kesahihannya itu memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat. Dan, yang paling berhak mendapatkannya adalah ibu, lalu bapak. Kemudian disusul kerabat lainnya.

Namun, menurut Syekh Yusuf al- Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mu’ashirah bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib. Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ke taatan itu masih berada di koridor syariat dan tak melanggar perintah agama.

Oleh karena itu, imbuhnya, kedua orang tua tidak diperkenankan mengintervensi kehidupan rumah tangga putrinya. Termasuk memberikan perintah apa pun padanya. Bila hal itu terjadi, merupakan kesalahan besar. Pasca menikah maka saat itu juga, anaknya telah me ma suki babak baru, bukan lagi di bawah tanggungan orang tua, melain kan menjadi tanggung jawab suami. Allah SWT berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan se ba hagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). (QS an-Nisaa’ [4]: 34).
Meski demikian, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua atau mendurhakai mereka. Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Ikhtiar itu kini—dengan kemajuan teknologi—bisa diupayakan sangat mudah. Menyambung komunikasi dan hubungan istri dan keluarga bisa lewat telepon, misalnya.

Alqaradhawi menambahkan, di antara hikmah di balik kemandirian sebuah rumah tangga ialah meneruskan estafet garis keturunan. Artinya, keluarga dibentuk sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi pihak luar. Bila selalu ada campur tangan, laju keluarga itu akan tersendat. Sekaligus menghubungkan dua keluarga besar dari ikatan pernikahan. Allah SWT berfirman, “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Mahakuasa.” (QS al-Furqan [25]: 54).

Ia menyebutkan beberapa hadis lain yang menguatkan tentang pentingnya mendahulukan ketaatan istri kepada suami dibandingkan orang tua. Di antara hadis tersebut, yaitu hadis yang diriwa yatkan oleh al-Hakim dan ditashih oleh al-Bazzar. Konon, Aisyah pernah berta nya kepada Rasulullah, hak siapakah yang harus diutamakan oleh istri? Rasulullah menjawab, “(hak) suaminya.” Lalu, Aisyah kembali bertanya, sedang kan bagi suami hak siapakah yang lebih utama? Beliau menjawab, “(Hak) ibunya.”

source : Republika

Senin, 08 April 2013

Hak dan Kewajiban Seorang Isteri Solehah Terhadap Suami

Wahai para wanita yang sedang bertabarruj dengan mengunakan segala perhiasaan yang di milikinya di hadapan manusia bertakwalah kalian kepada Allah , takutlah wahai perempuan yang biasa keluar kepasar tanpa menutupi tubuhnya dengan sempurna, dan siapa saja yang ikut campur baur bersama laki-laki, sehingga mereka bisa bebas memandangimu demikian pula engkau bisa memandangi mereka, bertakwalah wahai wanita kalau sekiranya engkau masih beriman kepada Allah dan beriman pada hari di mana engkau akan berdiri seorang diri di hadapanNya, ketahuilah bahwa semua perbuatanmu tersebut adalah di larang oleh agama. Duhai orang yang sedang naik mobil sendirian hanya berdua bersama sopirnya atau yang masuk ke ruang dokter tanpa di temani mahramnya takutlah engkau kepada Allah. Takutlah duhai wanita yang keluar rumah dengan bersolek tanpa memakai hijab, ketahuilah sesungguhnya bersolek tanpa hijab akan menumbuhkan berbagai macam fitnah, dan menyelisihi perintah Allah dan RasulNya.
Bertakwalah wahai wanita muslimah serta bertaubatlah kepada Allah apabila ada di antara kalian yang mengerjakan salah satu di antara kemungkaran di atas, demi Allah sungguh adzab Allah itu sangatlah pedih.
Wajib bagi tiap wanita muslimah yang masih beriman kepada Allah serta hari akhir untuk menjaga lidahnya, jangan sampai melembutkan suaranya tatkala berbicara bersama laki-laki yang bukan mahramnya, apalagi ngobrol bareng bersama mereka, karena suara perempuan termasuk aurat yang tidak boleh di perdengarkannya pada orang lain yang bukan mahramnya kecuali sebatas kebutuhan yang diperlukan tanpa merendahkan suaranya.
Dan wanita muslimah dilarang melihat lelaki yang bukan termasuk mahramnya kecuali mempunyai alasan yang di bolehkan demikian pula sebaliknya bagi laki-laki juga di larang untuk melihat pada perempuan yang bukan mahramnya tanpa ada udzur syar’i. Maka menjadi suatu kewajiban bagi tiap muslim untuk berhati-hati dalam masalah ini demikian pula wajib baginya untuk selalu mengawasi mahramnya supaya tidak terjatuh ke dalamnya, karena penglihatan merupakan salah satu panah beracun dari panah-panah yang di luncurkan oleh setan. Hak dan kewajiban seorang istri adalah suatu kewajiban bagi seorang istri terhadap suaminya adalah menunaikan hak dan kewajibannya serta menyematkan pada dirinya adab-adab Islam, sebagaimana pembahasan berikut ini.
Hendaknya bagi perempuan yang merasa takut kepada Allah Ta’ala bersungguh-sungguh di dalam mentaati Rasulallah Shalallahu ‘alaih wa sallam, taat kepada suaminya, serta mencari keridhoanya, karena suami adalah surga maupun neraka bagi istrinya, seperti yang pernah di sabdakan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة » (رواه إبن ماجه والترمذي)
“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga“. HR Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Imam Tirmidzi. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت بعلها زوجها فلتدخل من أي أبواب الجنة شاءت » (رواه أحمد والطبراني)
“Apabila seorang wanita mengerjakan sholat lima waktu, dan berpuasa ramadhan, mentaati suaminya, maka ia akan masuk ke dalam surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki“. HR Ahmad dan Thabrani.
Ta’at kepada suaminya selagi dia tidak menyuruh untuk berbuat maksiat kepada Allah Azza wa jalla, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ ﴾ ( سورة النساء: 34)
“Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS an-Nisaa’: 34).
Demikian juga berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأته فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح » ( رواه البخاري ومسلم)
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya (ungkapan untuk berjima’.pent) kemudian istrinya enggan sehingga suaminya marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya sampai keesokan harinya”. HR Bukhari dan Muslim.
Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لو كنت آمرا أحد أن يسجد لأحد لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها» (رواه أبو داود والحاكم وصححه الترمذي)
“Kalau seandainya saya boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain tentu akan saya perintahkan perempuan sujud kepada suaminya”. HR Abu Dawud, Hakim dan di shahihkan oleh Imam Tirmidzi.
Menetap di rumah suaminya dan tidak keluar dari rumah melainkan setelah mendapat izin dan di ridhoi olehnya.
Wajib bagi seorang istri selalu berusaha untuk mencari ridho suaminya serta menjauhi segala perkara yang bisa menimbulkan kemarahannya, jangan mencoba menolak manakala diajak untuk berhubungan kecuali kalau memang ia memiliki udzur syar’i, seperti ketika sedang haid maupun nifas, maka kalau keadaanya seperti itu, ia tidak boleh memenuhi ajakan suaminya untuk berhubungan, demikian pula tidak boleh bagi seorang suami untuk menuntut istrinya mau di ajak berhubungan ketika sedang haid dan nifas, dan jangan menjimakinya sampai sekiranya ia telah suci dari haid maupun nifasnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِي ٱلۡمَحِيضِ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَۖ﴾ ( سورة البقرة 222)
“Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhi istrimu di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sampai kiranya mereka suci”. (QS al-Baqarah: 222). Maknanya jangan dekati mereka untuk berjima’ sampai terputus darah haid atau nifasnya dan mereka telah mandi suci.
Hendaknya bagi perempuan merasa berada di bawah naungan suaminya, yang tidak bisa seenaknya berbuat, dari segi harta, ia tidak bisa bergerak melainkan setelah mendapat izinnya. Dan agar ia memahami bahwa hak suami lebih dahulukan dari pada haknya dan hak saudara suami lebih dahulukan dari pada hak saudaranya, demikian juga hendaknya ia selalu siap untuk di ajak berhubungan oleh suaminya dengan menggunakan berbagai macam sarana yang bisa menjadikan dirinya bersih, serta menarik, dan jangan merasa lebih cantik sambil menghina kejelekannya, serta jangan sesekali mencelanya di belakang apalagi di hadapannya.
Memelihara serta menjaga kehormatan suaminya dan martabatnya, serta mengatur harta, anak-anak dan seluruh urusan rumah tangga, hal itu berdasarkan firman Allah Ta’ala:
قال الله تعالى : ﴿ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ ﴾
( سورة النساء 34)
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS an-Nisaa’: 34).
Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « والمرأة راعية على بيت زوجها وولده ومسئولة عن رعيتها » (رواه البخاري ومسلم)
“Dan perempuan bertanggung jawab atas rumah suami dan anak-anaknya, serta akan di tanya tentang tanggung jawabnya tersebut” HR Bukhari dan Muslim.
Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «فحقكم عليهم أن لا يوطئن فرشكم من تكرهون ولا يأذن في بيوتكم لمن تكرهون» (رواه الترمذي)
“Dan hak suami atas kalian (para wanita) adalah tidak berzina serta tidak memasukan orang lain yang ia benci”. HR Tirmidzi beliau berkata hadits hasan shahih.
Wajib bagi wanita, untuk selalu merasa malu terhadap suaminya, menghormati, ta’at pada perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara, menjauhi segala perkara yang bisa membuatnya marah, tidak berkhianat kepadanya, baik ketika di tinggal pergi, atau dalam ranjangnya, harta serta rumahnya, dan selalu berbusana yang menarik dan menjaga badan selalu wangi.

Sumber : http://www.mozaikislam.com/hak-dan-kewajiban-seorang-isteri-solehah-terhadap-suami/

Jumat, 29 Maret 2013

Doa ku untuk Istriku

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiiin… Ashsholaatu wassalaamu ‘alaa rosuulillaah…
Terimakasih, yaa Robbiii… Engkau telah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan ini. Menghalalkan yang sebelumnya belum halal atas kami. Mengharamkan yang sebelumnya belum haram atas kami. Mengikuti sunnah Rasul-Mu. Menyempurnakan separuh dien-Mu. Menyemai ibadah dalam bilik kemesraan kami. Sembari terus–menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu…
Penantian panjang yang kami jalani dengan harap-harap cemas bersama doa-doa yang dilantunkan di sudut hening malam, di pagi berkabut, maupun di terik siang yang membakar peluh, telah Engkau usaikan dalam majelis pernikahan yang sederhana dan takzim itu. Ijab Qabul dan Ikrar suci yang diucapkan lirih pada sore hari itu, merambatkan segala rasa yang terpatri dalam di lubuk batin kami. Menggema memenuhi rongga kepala dan hati kami. Hingga air mata haru dan isak tangis kami pun tak kan mampu melukiskannya.
Sembari terus-menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu, atas dosa-dosa yang telah dan mungkin akan terjadi, kami memohon kepada-Mu, dengan segenap harapan dan kerendahan hati, sudilah kiranya Engkau menuntun kami ke jalan yang Engkau ridhoi. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang Engkau murkai. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang sesat. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang dzhalim. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang fasik. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang kafir. Selamatkanlah kami dalam kehidupan kami di dunia dan di akhirat kelak.
Yaa Robbiii… Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia isteri yang taat kepadaku dalam perjalanan menggapai ridho-Mu. Jauhkanlah ia dari sifat-sifat buruk dan bejat, dari sifat ujub dan khianat, dari sifat dzhalim dan fasik, dan sifat-sifat yang mendatangkan murka-Mu. Jadikanlah ia isteri shalehah, sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.
Yaa Robbiii… Jadikanlah aku imam bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu. Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kami, yaa Robbal ‘aalamiiin…
Yaa Robbiii… Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari. Ampunilah dosa Ibu dan Bapak kami. Ampunilah dosa saudara-saudara kami. Ampunilah dosa kerabat-kerabat kami. Ampunilah dosa sahabat-sahabat kami. Ampunilah dosa guru-guru kami. Ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Yaa Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang shaleh dan shalehah. Anak-anak yang taat menjalankan perintah-Mu dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Karuniailah kami keturunan yang akan teguh memperjuangkan tegaknya dien-Mu di bumi ciptaan-Mu ini.
Yaa, Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang menggenggam erat sunnah Rasul-Mu. Memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di persada bumi ini. Generasi yang siap mengorbankan segala yang ada padanya untuk mempertahankan aqidahnya, memperjuangkan al-Haq dan mengingkari al-bathil.
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar…Allohummaghfirlanaa bikaroomika ajma’iiin, watubuwazaqi wa’fu ‘an man yaquulu aamiiin aamiiiin aaamiiin…. Washollollohu ‘alaa sayyiidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi ajma’iiinWalhamdulillahi robbil ‘aalamiiin…
Hamba dalam siluet senja itu, Tertangkup tangan doa bahagia untuknya, Terbisik harapan pada Robbi…
Ya Allah…. Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya, Beralas cinta berujung surga. Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu, Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu, Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama, Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu, Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru, Dalam dzikir yang tiada akhir, Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu.. Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami, Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin..
Ya Allah….Tak kupinta dia untuk sempurna..Tapi jadikan kami sempurna tuk saling mengisi kekurangan kami..Tak kupinta dia datang dengan kesombongan atas apa yang diraihnya..Tapi datangkan Ia dengan ketulusan cinta hanya kerana-MuAgar kudapatkan kebaikan dunia, agama dan akhiratku…..Aamiin ya Rabbal’Alamin…
Ya Allah…Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya ..
Aamin ya Rabbal’Alamin…..

seubuah catatan strawberry FB

Kriteria Istri Sholehah

Inilah diantara kriteria istri sholehah
  1. Sangat damai hidup bersamanya karena ketaatannya kepada Allah (QS 4:34)
  2. Kalau ditatap selalu menyenangkan
  3. Tidak membantah jika diperintah suaminya dalam kebaikan dan Syariat Allah
  4. Pandai menjaga kehormatan dan harta suaminya. Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik istri sholehah adalah jika ditatap menyenangkan, bila diperintah taat, dan jika suaminya pergi pandai menjaga kehormatan dan harta suaminya" (HR Abu Daud)
  5. Mulia sekali karena terjaga kehormatan dan tertutup auratnya (QS 33:59)
  6. Bukan hanya sabar bahkan rela berkorban untuk suaminya
  7. "Gholimah" pandai merawat tubuhnya dan sangat aktif melayani suaminya
  8. Bersyukur atas nikmat Allah dengan terus membangkitkan semangat suami dan tidak menuntut diluar batas kemampuan suaminya
  9. Menyayangi dan menghormati keluarga suaminya
  10. Tidak keluar rumah tanpa seizin suaminya
  11. Menyertakan suaminya dalam doanya, terutama dipenghujung malam
  12. Penuh perhatian saat suami bicara disertai tatapan cinta
  13. Hadiah kecil tetapi sangat membahagiakan suami, tatkala istri menciumnya disertai bisikan, "Adek bangga menjadi istrimu, kak"
SubhanAllah indaaaaaaaaah sahabatku, makasih ya Allah.

sources : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/10/30/mcosvx-kriteria-istri-sholehah

Selasa, 26 Maret 2013

Wujud Syukur pada Suami

Bersyukur pada suami bisa diwujudkan dengan beberapa macam. Sudahkah anda melakukannya?
Banyak wanita kurang bersyukur dan tidak mengerti balas budi, sehingga beranggapan bahwa hidup mulia dan bahagia hanya bila terpenuhi semua tuntutan dan keinginannya. Jika hal itu tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki, serta merasa menjadi orang paling malang di dunia. Yang demikian itu seperti gambaran nyata calon wanita penghuni neraka. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,

“Saya melihat neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini. Dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Karena pengingkaran mereka.” Beliau ditanya, “Apakah karena ingkar kepada Allah?” Beliau bersabda, “Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun, lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai), maka ia berkata, ‘Saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.’” (Riwayat Bukhari)
Terkadang istri membuat suami lalai dan patah semangat. Sering pula ia teledor terhadap hak-hak suaminya. Bahkan tidak jarang wanita suka menghina dan merendahkan suami, baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi, atau ilmunya.
Seharusnya, yang seperti itu sebisa mungkin dijauhi oleh para istri shalihah. Sesungguhnya, memiliki suami itu sudah menjadi keberuntungan bagi seorang wanita, mengingat tidak sebandingnya jumlah laki-laki dan wanita  dewasa ini. Karena itu, setiap wanita yang bersuami, selayaknya bersyukur. Memang, mensyukuri hal itu terkadang terasa sangat berat, terutama bila seorang istri hanya mengingat kekurangan dan kejelekan suami. Namun, cukuplah hadits Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam di atas menjadi peringatan bagi para istri. Pintu neraka akan terbuka lebar-lebar bagi para istri yang mengingkari kebaikan suami.

BENTUK SYUKUR PADA SUAMI
Syukur pada suami, bisa direalisasikan dalam berbagai hal, di antaranya:
 
1. Mencintainya sepenuh hati
Cintailah suami apa adanya. Jangan bandingkan dia dengan laki-laki lain. Bagaimanapun juga, Allah ta’ala telah menakdirkan dia menjadi jodoh Anda. Pupuklah cinta itu agar terus tumbuh subur di hati Anda.

2. Menghormati dan menghargai
Suami Anda adalah pemimpin di rumah Anda. Maka hormati dan hargailah dia. Jangan pernah menyepelekannya, atau merendahkan harga  dirinya.

3. Selalu taat dan berbakti
Ketaatan pada suami adalah yang utama, setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seorang istri wajib menaati suaminya, sepanjang tidak menyelisihi aturan syariat.

4. Amanah
Istri yang amanah, akan membuat suami merasa aman. Ia bisa menjaga rahasianya, serta menjaga rumah dan hartanya saat dia pergi.

5. Memuliakan orang tua dan keluarganya
Orang tua suami Anda, telah menjadi orang tua Anda juga. Mereka telah mengikhlaskan anak lelakinya menjadi suami Anda. Maka muliakanlah mereka. Muliakan pula keluarga besar suami yang lainnya. Pergauli mereka dengan santun. Insyaallah dengan begitu mereka pun akan bersikap demikian terhadap Anda.

6. Menjaga lisan agar jangan sampai menyakiti
Seorang istri harus pandai menjaga lisannya, agar jangan sampai menyakiti hati suaminya. Seorang lelaki bisa sangat peka, terutama bila tersinggung soal harga dirinya. Kalau sampai dia marah dan meninggalkan Anda, maka Anda sendiri yang akan rugi.

7. Merawat dan mendidik anak-anaknya dengan baik
Anak-anaknya adalah anak-anak Anda juga. Rawat dan didiklah mereka dengan sebaik-baiknya. Ketika masih kecil, mungkin mereka sangat merepotkan. Akan tetapi, bersabarlah. Bisa jadi anak-anak itu akan ganti merawat Anda berdua di hari tua nanti. Jangan lupa pula, doa anak shalih bisa menjadi pemberat timbangan amal kita, dan akan terus mengalirkan pahala meski kita sudah berkalang tanah. Karena itu, usahakanlah untuk mendidik anak-anak agar menjadi mukmin sejati yang shalih dan shalihah.

8. Mengingatkan kalau dia salah

Suami juga manusia. Ia juga tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Pilihlah kata-kata yang lembut untuk mengingatkan suami bila ia sedang khilaf. Jangan marah jika ia tak mau mengakui kesalahannya, atau hanya diam dan tak meminta maaf. Terkadang, egonya memang menahannya untuk mengakui kesalahannya atau meminta maaf, namun sebenarnya dalam hati ia mengakuinya.

9. Lebih banyak mengingat kebaikannya, memaafkan kesalahannya, dan bersabar terhadap kekurangannya.
Janganlah membencinya karena ia memiliki sifat buruk yang tak kita sukai. Bagaimanapun juga, ia pun pasti memiliki banyak sifat baik yang kita sukai. Maafkan kalau dia bersalah atau bersikap kasar. Husnuzhzhan sajalah. Barangkali ia bersikap demikian karena sedang kelelahan karena banyak pekerjaan.

10. Mendorong dan menghiburnya ketika susah

Seorang istri yang mencintai suaminya, tidak hanya setia saat suaminya bersuka cita. Ia pun setia mendampingi di saat suaminya berduka atau ditimpa kesusahan. Istri yang baik akan berusaha menghiburnya, dan mendorongnya untuk kembali bersemangat. Para istri bisa belajar dari Ummul Mukminin Khadijah x, yang berusaha menghibur dan menenangkan hati Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kali menerima wahyu di gua Hira’.

11. Menyenangkan hatinya
Istri shalihah akan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suaminya. Ia akan menjaga penampilannya di hadapan suami. Juga menjaga agar suaminya tidak melihat sesuatu yang kurang menyenangkan pada dirinya, maupun pada rumah dan anak-anaknya. Ia akan selalu menjaga diri, anak-anak dan lingkungannya agar bersih dan rapi. Selain itu, menyenangkan suami juga bisa dilakukan dengan menghidangkan masakan yang lezat untuknya, serta memberikan servis yang memuaskan di ranjang.

12. Jangan membenci dan meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian.
Suami kadang diuji dalam pekerjaannya. Misalnya usahanya bangkrut, dan orang-orang yang dulu menjalin hubungan kerja sama dengannya, banyak yang meninggalkannya. Bisa juga ia diuji dengan suatu penyakit yang cukup parah, sehingga banyak orang meninggalkannya, sebagaimana yang dialami Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Seorang istri yang baik dan setia, akan tetap menemaninya, dan tidak meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian terhadapnya.

13. Meladeni/melayaninya sampai hal-hal kecil.

Layanilah suami sampai pada hal-hal kecil. Misalnya menyiapkan pakaiannya atau mengambilkan makan dan minumnya.

14. Bersikap qana’ah, berterima kasih dan mensyukuri pemberiannya.
Jangan bersikap “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Banyak-banyaklah bersyukur, karena bila kita bersyukur maka Allah l akan menambah nikmat-Nya. Jangan kufur nikmat. Lihatlah ke bawah. Betapa banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dibandingkan kita.

15. Jauhi cemburu buta

Cemburu adalah tanda cinta. Namun, cemburu yang baik adalah cemburu yang disertai keraguan. Cemburu buta malah bisa merusak ikatan cinta kasih di antara Anda berdua. Bagaimanapun juga, dalam cinta, ada kepercayaan. Karena itu, boleh saja cemburu, tapi jangan menuduh suami sembarangan, misalnya telah berbuat serong dan sebagainya. Apalagi jika Anda tidak memiliki bukti yang kuat.
Demikianlah beberapa bentuk syukur terhadap suami. Mudah-mudahan para istri bisa mewujudkannya dalam kehidupan berumah tangga. (kuni_shalihati)

source : http://majalahsakinah.com/2010/03/wujud-syukur-pada-suami/

Kamis, 16 Juli 2009

Persiapan Pernikahan

Pernikahan Suci yang Islami tentu saja hal ini adalah impian banyak orang.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan?

1. Persiapan Ruhiyah
Sasaran: mengambil posisi sedekat mungkin dengan Allah swt
Tujuan: mensucikan jiwa sehingga niat nikah yang sempurna hanya karena menginginkan ridha Allah

Perangkat: kerendahan dan ketaatan di hadapan Allah
langkah-langkah: - banyak berdzikir
- banyak bertaubat
- shalat tepat waktu dengan khusyu’
- shalat tahajjud setiap malam
- tadarrus Al Quran
- berpuasa sunnah

2. Persiapan Aqliyah (keilmuan)
sasaran: menguasai informasi sebanyak mungkin tentang kenapa manusia harus menikah, dan segala persoalan yang melingkupinya di dunia serta konsekuensinya di akhirat
tujuan: memiliki road map yang lengkap menuju kesuksesan pernikahan dunia-akhirat
perangkat: Al Quran, Sunnah Rasulullah saw, kisah pernikahan shahabat dan shahabiyah Rasulullah saw
action: memperbanyak membaca, mendengar, bertanya, dan mendiskusikan informasi-informasi tentang hal ini dengan orang-orang berilmu, dalam majelis yang diadakan khusus.

3. Persiapan Syu-uriyah (emosional dan mental)
sasaran: mencapai keseimbangan mental dan emosional agar tetap fokus pada tujuan besar acara pernikahan, yaitu meraih ridha Allah, sehingga tidak mudah tergoda untuk melakukan kegiatan yang sia-sia atau mubadzir di mata Allah, dan tidak mudah terguncang oleh berbagai ‘insiden’ yang biasanya menjadi kerikil di sekitar hari-H pernikahan, dan sesudahnya.
tujuan: memelihara silaturrahim dengan sesama manusia, terutama dengan ibu, ayah, saudara, tetangga, dll.
perangkat: akhlak mulia kepada siapapun
action: selalau sensitif atas kehadiran siapapun di sekitar kita, karena biasanya, menjadi calon pengantin membuat kita merasa paling penting dan urusan orang lain menjadi kurang penting.

4. Persiapan Jismiyah
sasaran: mencapai kondisi fisik terbaik menjelang pelaksanaan pernikahan dengan niat agar bisa melaksanakan ibadah kepada Allah dg sempurna
tujuan: melaksanakan pernikahan dengan lancar tanpa gangguan kesehatan
perangkat: makanan dan minuman yg halal, bergizi, tidak memicu timbulnya penyakit dan tidak berlebihan. Olah raga yang terprogram dan teratur.

5. Persiapan Walimah
sasaran: mempersiapkan kepanitiaan serapi dan seefisien mungkin
tujuan: pernikahan berlangsung lancar dan khidmat, mengajak semua yang hadir berendah hati kepada Allah
perangkat: sahabat dan kerabat

yang belum menikah segeralah menikah :D

sumber: majalah Ali dan http://h4nim-kris.blogspot.com/

Senin, 12 Mei 2008

The Best Song Romantic for Wedding

A little Romantic song to get you in the mood for love!!!

  • I Swear - All for One
  • I Do (Cherish You) - 98 Degrees
  • Always - Bon Jovi
  • My Heart Will Go On - Celine Dion
  • You were Meant For Me - Jewel
  • Every Breath You Take - Police
  • Truly, Madly, Deeply - Savage Garden
  • Faithfully - Journey
  • Open Arms - Journey
  • Greatest Love of All - Whitney Houston
  • Tonight I Celebrate My Love - Roberta Flack & Peabo Bryson
  • Endless Love - Lionel Ritchie & Diana Ross
  • I Will Always Love You - Whitney Houston
  • Lost In Your Eyes - Debbie Gibson
  • Everything I Do, I Do It For You - Bryan Adams
  • Amazing - Lonestar
  • Have I Told You Lately - Rod Stewart
  • Take My Breath Away - Top Gun Theme
  • The Power of Love - Celine Dion
  • Breathe - Faith Hil

Menemukan Kelebihan dalam Kekurangan Pasangan

Sewaktu pacaran segala kekurangan pasangan tidak menjadi soal, Anda malah tertarik dengan kekurangannya dan dapat memakluminya. Tetapi setelah bertahun-tahun hidup bersama kekurangan tersebut membuat Anda kesal, marah terhadapnya. Setiap orang adalah unik, bahkan keunikan inilah yang memperkaya kehidupan perkawinan Anda.

Pernahkah Anda memberikan pujian pada pasangan akan keunikannya yang tidak ada padamu ? Mungkin sebagian besar wanita akan enggan memberikan pujian pada suaminya karena mereka beranggapan nanti dia besar kepala atau saya dianggap murahan atau segudang alasan lainnya.

Demikian pula suami, mungkin mereka beranggapan tidak perlu memuji istrinya lagi karena sudah suami-istri, malu kalau didengar anak-anak, nanti diberi tanggapan sinis dari istrinya ("Pasti ada maunya"). Alasan-alasan tersebut sering dijumpai dalam hubungan sebagian besar pria-wanita.

Coba Anda beri pujian pada pasangan tanpa memikirkan lagi tanggapan negatif yang mungkin dia berikan. Anda bisa bayangkan apa yang ter- jadi padanya ? Pujian itu seperti semprotan adrenalin yang memberikan semangat padanya, dan timbul perasaan senang dan puas akan dirinya. Misalnya

Anda memuji masakan istri Anda enak (meskipun Anda tahu makanan tersebut agak asin) tetapi tanggapan dia akan luar biasa dan dia akan memasak yang lebih enak lagi di lain waktu. Tentu hal ini menyenangkan pula bagi Anda.

Sebaliknya kritik akan melubangi perasaan dan menyebabkan tenaga keluar percuma antara lain sakit hati, marah dan perasaan negatif lainnya. Kritik membuat kita merasa sudah mengecewakan seseorang.

Berbeda dengan pujian yang membantu memenuhi dua kebutuhan dasar manusia yaitu merasa dirinya berarti, diperlukan, penting; dan kebutuhan merasa aman dalam suatu hubungan, saling memiliki dan selalu siap satu sama lain. Anda dapat memberikan pujian kapan saja. Jangan takut suami/ istri menjadi bosan kalau dipuji terus. Dari riset diketahui bahwa semua orang begitu ingin dipuji oleh orang lain entah karena prestasi, penampilan atau hal lainnya.

Mungkin ada yang bingung apa ya yang harus saya puji dari diri pasangan saya? Semuanya biasa saja, nggak ada yang istimewa darinya. Cobalah Anda teliti lagi. Bisa saja perbedaan kepribadian merupakan salah satu keunikan yang bila dipuji akan memberikan pancaran kekuatan baru baginya.

Misalnya Anda termasuk orang yang teliti, teratur dan tertutup. Berbeda dengan pasanganmu yang periang, terbuka. Dia begitu senang membicarakan hal-hal pribadi pada orang lain bahkan pada orang yang belum dikenal. Sedangkan Anda, pada orang yang telah akrab baru bisa mengutarakan hal-hal yang bersifat pribadi. Dia suka mencetuskan ide dan mengharapkan ada orang lain yang bis membantu memikirkannya pula. Anda menganggap suami hendak benar-benar melakukan hal tersebut, dan bila Anda tidak menyenangi ide tersebut, Anda dengan keras menentangnya. Maka terjadilah perselisihan karena istri tidak mengerti cara berpikir suami.

Berbeda dengan istri yang perlu mempertimbangkan berjam-jam bahkan berhari-hari dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum melaksanakannya. Dan ini membuat kesal suaminya. Tetapi dengan pemahaman perbedaan kepribadian tersebut mereka dapat saling mengisi. Suami dengan idenya yang spontan tanpa memikirkan apakah dapat terlaksana atau tidak, dibantu oleh istri dalam merealisasikan. Istri memuji pasangannya atas ide-idenya yang brilian dan sebaliknya suami memuji istrinya atas sikap hati-hatinya dalam merealisasikan idenya tersebut.

Perbedaan kepribadian yang dulunya menjadi penyebab pertengkaran sekarang menjadikan mereka suatu tim yang kuat.

Bisa juga Anda berdua membicarakan masa lalu atau saat pacaran yang berkesan. Misal dulu sewaktu pacaran, dia rela antri 1 jam hanya untuk membeli tiket bioskop yang Anda minta. Berikan pujian atas tindakannya saat itu.

Kekurangan pasangan merupakan kelebihan Anda. Sebagai suami-istri seharusnyalah saling mengisi. Bukan menjadikan kekurangan sebagai senjata untuk menyerangnya tetapi sebagai kekuatan untuk membina cinta diantara Anda berdua. Temukan sisi-sisi menarik dari pasanganmu dan berilah pujian baginya sehingga ia juga memiliki tenaga untuk memupuki tanaman cinta Anda berdua agar senantiasa berkembang.

sumber : http://weddingklik.com/

Diakah Pasangan Idealmu?

Pasangan asmara yang ideal tentunya adalah yang dapat memenuhi kebutuhan kamu. Misalnya saja kamu menyukai kehidupan glamor maka pasangan yang ideal adalah yang bisa melimpahi kamu dengan materi. Namun sebenarnya hal ini adalah faktor yang terlihat di permukaan saja. Ada hal-hal lain yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih pasangan hidup:

1. Tulus hati dan jujur

Perhatian yang diberikan kepada kamu bukanlah pura-pura atau berdasarkan pamrih. Kamu juga bisa yakin bahwa dia .jujur pada dirinya sendiri, kamu dan orang-orang di sekitarnya. Agar ia bisa jujur tampilkan dirimu apa adanya, jangan terlalu banyak memoles diri. Dengan demikian pasangan kamu akan memnunjukkan dirinya yang sebenarnya.

2. Bisa menghargai perbedaan

Dia tetap bisa menghargai keputusanmu meskipun kamu memiliki cara pandang yang berbeda dengannya.

3. Kematangan dan tanggung jawab

Tanda-tanda seseorang telah mencapai kematangan pribadi adalah bila seseorang bersedia membantu memcahkan masalah, tidak ingkar janji. Bila dia tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab, kamu akan merasa tidak nyaman disampingnya.

4. Punya kepercayaan diri

Ia tidak mudah terombang-ambing, tidak gampang tersinggung, dan tidak menganggap dirimu sebagai ancaman. Jika pasanganmu tidak punya rasa percaya diri, akan sulit bagi Anda untuk sejalan dengannya dalam banyak hal.

5. Terbuka secara emosional

Dia mau berbagi perasaan baik ketika senang ataupun susah. Keterbukaan emosional menandakan pula bahwa ia mempercayai kamu dan merasa nyaman di dekatmu.

6. Memiliki perhatian

Perhatian bisa melanggengkan hubungan asmara. Tapi jangan kamu saja yang terkagum-kagum dengannya. Dia pun harus memiliki perasaan yang sama padamu.



dikutip dari http://weddingklik.com

Pernikahan Adat Jawa

Perkawinan adat Jawa melambangkan pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dan pengantin pria yang gagah dalam suatu suasana yang khusus sehingga pengantin pria dan pengantin wanita seperti menjadi raja dan ratu sehari. Biasanya perkawinan ini diadakan di rumah orang tua pengantin wanita, orang tua dari pengantin wanita lah yang menyelenggarakan upacara pernikahan ini. Pihak pengantin laki-laki membantu agar upacara pernikahan ini bisa berlangsung dengan baik. Adapun berbagai, macam acara serta upacara yang harus dilakukan menurut perkawinan adat Jawa adalah:

Lamaran

Jika keduanya sudah merasa cocok, maka orangtua pengantin laki-laki mengirim utusan ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar puteri mereka. Orangtua dari kedua pengantin telah menyetujui lamaran perkawinan. Biasanya orangtua perempuan yang akan mengurus dan mempersiapkan pesta perkawinan. Mereka yang memilih perangkat dan bentuk pernikahan. Setiap model pernikahan itu berbeda dandanan dan pakaian untuk pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Kedua mempelai harus mengikuti segala rencana dan susunan pesta pernikahan, seperti Peningsetan, Siraman, Midodareni, Panggih.

Persiapan Perkawinan

Segala persiapan tentu harus dilakukan. Dalam pernikahan jawa yang paling dominan mengatur jalannya upacara pernikahan adalah Pemaes yaitu dukun pengantin wanita yang menjadi pemimpin dari acara pernikahan, Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Karena upacara pernikahan adalah pertunjukan yang besar, maka selain Pemaes yang memimpin acara pernikahan, dibentuk pula Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai.

Pemasangan dekorasi

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.

Siraman

Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari, sehari sebelum acara pernikahan. Siraman diadakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Biasanya orang yang melakukan Siraman yaitu orangtua dan keluarga dekat atau orang yang dituakan.

Upacara Midodareni

Biasanya pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh keluarga atau kerabat dekat perempuannya. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung, dan semuanya harus wanita.

Srah Srahan

Kedua keluarga menyetujui pernikahan. Mereka akan menjadi besan. Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin perempuan sambil membawa hadiah. Dalam kesempatan ini, kedua keluarga beramah tamah.

Upacara Ijab Kabul

Orang Jawa biasanya bicara lahir, menikah dan meninggal adalah takdir Tuhan. Upacara Ijab merupakan syarat yang paling penting dalam mengesahkan pernikahan. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari pasangan pengantin. Pada saat ijab orang tua pengantin perempuan menikahkan anaknya kepada pengantin pria. Dan pengantin pria menerima nikahnya pengantin wanita yang disertai dengan penyerahan mas kawin bagi pengantin wanita. Pada saat ijab ini akan disaksikan oleh Penghulu atau pejabat pemerintah yang akan mencatat pernikahan mereka.

Upacara panggih

Pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Pengantin laki-laki di antar oleh keluarganya, tiba di rumah dari orangtua pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. Pengantin wanita, di antar oleh dua wanita yang dituakan, berjalan keluar dari kamar pengantin. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya.

Upacara balangan suruh

Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati satu sama lain, jaraknya sekitar tiga meter. Mereka mulai melempar sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang putih. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian, semua orang tersenyum bahagia. Menurut kepercayaan kuno, daun betel mempunyai kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk. Dengan melempar daun betel satu sama lain, itu akan mencoba bahwa mereka benar-benar orang yang sejati, bukan setan atau orang lain yang menganggap dirinya sebagai pengantin laki-laki atau perempuan.

Upacara wiji dadi

Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. Pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air dicampur dengan bermacam-macam bunga. Itu mengartikan, bahwa pengantin laki-laki siap untuk menjadi ayah serta suami yang bertangung jawab dan pengantin perempuan akan melayani setia suaminya.

Tukar cincin

Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta.

Upacara dahar kembul

Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. Pertama, pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Setelah pengantin wanita memakannya, dia melakukan sama untuk suaminya. Setelah mereka selesai, mereka minum teh manis. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain.

Upacara sungkeman

Kedua mempelai bersujut kepada kedua orangtua untuk mohon doa restu dari orangtua mereka masing-masing. Pertama ke orangtua pengantin wanita, kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. Selama Sungkeman sedang berlangsung, Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. Setelah Sungkeman, pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya.

Pesta pernikahan

Setelah upacara pernikahan selesai, selanjutnya diakhiri dengan pesta pernikahan. Menerima ucapan selamat dari para tamu dan undangan. Mungkin ini bagian dari kebahagiaan ke dua mempelai dengan para tamu, keluarga serta para undangan.

dikutip dari berbagai sumber.

Tips Memilih Gedung Pernikahan

Setelah Anda menentukan tanggal pernikahan, segera cari gedung yang Anda suka. Sekarang ini juga banyak pasangan yang mencari dulu gedung yang kosong, baru dari jadwal gedung itulah mereka menentukan tanggal pernikahannya.

Beberapa tips penting seputar hunting gedung:

  • Pilih gedung yang lokasinya mudah dijangkau, baik oleh keluarga dan sebagian besar tamu. Anda bisa search di internet, sekarang banyak blog dan website yang mencantumkan nama gedung dan contact personnya. Telepon langsung, jangan melalui e-mail karena responnya akan lama. Telepon dan tanyakan biaya sewanya dan apakah di tanggal yang Anda inginkan gedung tersebut masih kosong atau tidak, catat satu-persatu di buku catatan mini Anda.

  • Tentukan budget untuk gedung, sesuaikan dengan lokasi dan hari yang kosong di gedung tersebut

  • Setelah search gedung di internet atau via perbincangan orang, Anda sebaiknya mengunjungi langsung gedung itu, untuk mendapat gambaran lebih jelas dalam mempersiapkan acara.

  • Perhatikan apakah gedung mewajibkan Anda memakai vendor rekanan gedung, seperti catering, fotografi, entertainment, dsb. Biasanya gedung mengenakan charge yang tinggi terhadap vendor yang bukan rekanan, maka sebaiknya pilih yang rekanan dengan gedung, tentu saja dengan kualitas yang menurut Anda memuaskan. Jika keluarga sudah memiliki vendor-vendor langganan keluarga, dan ternyata bukan rekanan gedung, sebaiknya Anda menyiapkan dana lebih untuk membayar charge gedungnya.

  • Setelah deal dengan pihak gedung bahwa Anda akan menikah disitu, Anda bisa membayar DP nya untuk mendaftarkan nama Anda. 1 bulan hingga 2 minggu sebelum acara (biasanya disini sudah harus pelunasan biaya sewa gedung), Anda sebaiknya telepon kembali pihak gedung untuk re-check apakah nama Anda benar-benar sudah terdaftar

  • 2 minggu sebelum acara, jika memungkinkan, adakan technical meeting langsung di gedung, ini untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai susunan acara, peletakan dekor, meja catering, dsb. Vendor yang bisa diikutsertakan di technical meeting antara lain wakil dari foto, wakil dari catering, wakil dari WO dan entertainment, wakil dari dekorasi, dan wakil dari pengelola gedung.

dikutip dari http://weddingklik.com
SELAMAT DATANG DI AZIMUTYO BLOG
Lilypie Kids Birthday tickers